Translate

Sabtu, 01 Desember 2012

Sepenggal kisah seorang anak broken home

Sepenggal kisah seorang anak broken home 2

Tulisan ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya -> cek disini :)
Okey, tulisan ini dibuat dari hasil aku baca komen orang-orang yang baca tulisan sebelumnya, anyway thanks ya sudah merespon dengan baik J tapi ada beberapa hal yang harus aku utarakan berhubungan dengan itu.
Okey, pada tulisan sebelumnya memang sangat mellow dan sedih sekali namun yang perlu ditegaskan adalah hidup tidak stuck pada kenangan itu saja, sebagai seorang anak broken home aku menjalani masa kecil dengan have fun juga, dan seharusnya kalian (untuk anak yang broken home, atau orang tuanya suka bertengkar, dan masalah keluarga lain) kalian juga begitu. Kalian yang merasa masa kecil kurang bahagia, tidak di-support oleh keluarga dengan seharusnya please STOP MENGELUH. Tutuplah masa kelam itu dan mulailah lembaran baru yaitu hidup dengan bahagia. Im really happy now. Jangan selalu murung, menyalahkan ini dan itu, mempertanyakan nasib, menangis, stress, sampai ingin mati. Asragfirullah life is more colorful than that. Jangan sampai urusan orang tua atau keluarga kalian (kita) menjadi penghalang kebahagiaan kita sendiri. Sudahlah kawan, kita sudah dewasa, jadi untuk teman-teman yang komen, yang add di facebook, maupun sempat inbox-an dengan saya di facebook sudahlah, jangan terlalu menyesali diri. PERCUMA!
Beberapa ada yang add saya di page broken home, begitu saya buka astaga kenapa isinya suram semua, maaf, tapi untuk apa. Kenapa kalian hanya stuck pada masa itu? Bener liat orang tua sering berantem itu sucks, menyebalkan, bikin sedih, tak kadang kita ikut menangis, tapi lewatilah masa itu sesegera mungkin. Bangun masa depan kalian sendiri. Karena mau kalian anak dari orang tua yang komplit maupun broken home masa depan tetap ada di tangan kalian. Ayo dong stand up and face the world!! Kadang sya greget untuk beberapa komen yang terlalu mengasihani maupun terlalu sedih karena pada dasarnya saya tulis tulisan itu hanya mengeluarkan emosi saya saat itu tetapi untuk hidup setelah-setelahnya saya itu normal, tidak melulu sedih, bahkan sangat bahagia. Banyak lah contoh anak broken home yang sukses, jadilah salah satu diantaranya. Jadi untuk admin page-page sejenis silahkan ubah image itu, jangan dijadikan tempat curhat masal yang saling mengasihani diri sendiri dan orang lain, saling menyalahkan nasib dan orang tua, please! à tentu ini hanya saran saja tapi sangat saya rekomendasikan. Ayo maju!!
Untuk orang tua yang ikut komen maupun curhat di inbox fb semoga kalian baca lagi, please, jangan terlalu gampang menyerah dengan urusan rumah tangga kalian, terutama jika kalian sudah memiliki anak, bagaimanapun sulit dibantah jika anak broken home memiliki perkembangan psikis yang berbeda dengan anak lainnya. Don’t be so selfish! (maaf!).
Apa sih yang penting dari pernikahan? Kenapa kalian menikah? Kenapa dulu bisa saling suka? STOP BILANG KALIAN SUDAH TIDAK COCOK LAGI!! Itu ga banget.. untuk para pasangan, tidak ada satu pasangan yang cocok di dunia ini satu sama lain, yang ada adalah bagaimana mencocokan diri pada masing-masing pasangan, bagaimana mentoleransi perbedaan-perbedaan itu, bagaimana bisa saling mengerti, saling menghargai. Jika sudah bertengkar ingat lagi bagaimana dulu kalian bisa saling jatuh cinta. Ingat perceraian hanya akan membuat setan-setan menang.. jangan sampai kita adalah orang yang membantunya. Tingkatkan lagi kesabaran dan ibadah ibu-ibu atau bapak-bapak sekalian. Maaf ini hanya saran dari seorang anak broken home yang merasakan bagaimana tidak enaknya di didik hanya oleh seorang single parent!

Sekian tulisan ini, sya harap kalian dan kita semua bisa menemukan kebahagian kita di dunia maupun di akhirat.
Yang mau berkomentar silahkan, yang mau add facebook juga silahkan, tapi maaf saya tidak memberikan no HP saya :) mohon maklum :D
SEMANGAT KAWAN-KAWAN!!
yang mau ngopi izin dulu ya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar